Wednesday, April 26, 2017

LAMPUNG : PAHAWANG, KELAGIAN, JEMBATAN PASIR DAN SNORKLING

Rencanan terbaik adalah rencana yang dimulai.


Seorang pemikir mengatakan bila dia diberi 12 jam untuk menebang pohon dia akan menghabiskan 10 jam untuk mengasa kapak. Apa artinya? Iya artinya semuanya butuh persiapan yang matang. Matang ya bukan gosong yang pada akhirnya terbuang sia-sia.


Persis, saya bukanlah tipe orang yang sertus persen bersetuju dengan pemikirannya ya benar karena menebang pohon bukan cuma tentang kapan yang tajam sehingga kita lupa jenis pohon apa yang kita tebang. Toge? Yaelah tong tidak perlu 11jam kali menebang pohon toge.


Lalu apa hubungannya itu prolog dengan tulisan ini. Jadi begini ceritanya saya dan teman teman saya berencana main ke malang pada tanggal 23 April kemaren. Persiapan perencanaan dan segala macam sudah di hitung. Termasuk mengasa kapak haha. En den pada akhirnya batal. Ya batal. Karena kelamaan ngasa kapak heheh ngak kok ada benarnya juga batal akhirnya saya bisa mengunjungi Lampung untuk ke dua kalinya.


Skip. LAMPUNG.

Batalanya rencana ke Malang membuat saya terdampar di pesawaran Lampung. Memang sudah lama saya ingin main ke lampunh snorkling ke gugusan pulau pahawang yang katanya bagus. Uhuk. Ya saya tidak bisa membantah dan tidak pula bisa sepenuhnya mendukung pernyataan ini.

Spot spot yang di kunjungi adalah Jembatan Pasir pahawang, pulau kelagian  dan kelagian lunik dan dengan biaya 175rb kita sudah bisa dapat fasilitas alat snorkling lengkap, kapal ketek, makan siang dan air minum selama kegiatan snorkling plus dokumentasi under dan up water. Tidak begitu mengecewakan untuk ukuran 175rb.


Perjalanan bermula cerita di pelabuhan ketapang dan rata-rata snorkling budget semuanya menjadikan titik kumpul di pelabuhan ini. Pelabuhan ketapang sendiri berjarak kurang lebih 1 jam perjalanan dari kota Bandar Lampung (naik motor). Pelabuhan ini dilengkapi dengan fasilitas parkiran yang luas dan itu gratis untuk anda yang ikut opentrip. Mayan. Ngehemat kantong.


Perjalan naik kapal ketek dari pelabuhan ini menuju ke spot snorkling kurang lebih 30-45 menit dan akan lebih cepat lagi kalau menggunakan speedboat tapi kayaknya jarang trip buget menggunakan fasilitas itu.

Spot snorkling saya yakin bayak tapi karena  saya bukan tipe orang suka komplain ke tourguide saya ikut saja kemana mereka menyarankan kalau untuk bawah lautnya lumayan bagus. Tidak begitu mengecewakan. Selain snorkling kita bisa menghabiskan waktu dengan naik bananaboat yang banyak tersedia di sekitar pulau pulau kecil tidak jauh dari tempat kita snorkling. Tentu itu tidak gratis dan diluar paket snorkling budget hehe.


Selain snorkling berjalan di jempatan pasir yang menghubungkan dua pulau (lupa namaya) juga asyik dan menarik kita berasa di tengah laut tapi berada diatas pasir asyik kan?.


Habis snorkling itu tidak lengkap kalo tidak makan haaha. Kalau trip budget di pahawang semua rata-rata dapat makan siang dan menunya lumayan enak ada ayam dan sambal plus sayur. Lumayan ngeganjel perut yang tenaga sudah terkuras.


Selain makan siang di sediakan tourguide kita bisa juga sekedar ngopi dan minum es kelapa muda (rata rata ngak ada esnya) sebagai pelengkap perjalanan mantainya.


Tips ni untuk yang lebih ngehemat budget sebelum berangkat nyetok makanan dulu biar enak. Nyetok cemilan yang mengenyangkan dan air mineral tentunya harus bawa sendiri meskipun disediakan oleh tourguide.


Sebenarnya saya kurang pandai mereview tempat wisata tapi begitulah kira-kira. Sebenarnya yang palinng penting perjalanan murah meriah kan. Berikut list biaya backpackeran saya dari titik kebon sirih Jakarta Pusat.


1. Gojek/ grab dari Kebon sirih ke Gambir Rp 7.000
2. Gambir ke Bandar Lampung via damri Rp 200.000
3. Atau bisa juga lebih hemat lagi dengan
3a. Bus primajasa Kebon Jeruk Merak 26.000
3b. Dari merak naik kapal ke bakauheni 13.000
3c. Dari bakauheni ke bandar lampung menggukan travel plat hitam 50.000.
4. Dibandar lampung biar hemat nginap ditempat teman atau bisa juga dilosmen banyak ditemukan di bandar lampung.
5. Dari bandar lampung ke pelabuhan ke tapang naik motor atau naik elf atau kendaraan umum (kemaren saya motoran)
6. Biaya makan bisa 200.000.
7. Total sendiri dah habis berapa. Haha

Sebenarnya kembali ke prolog rencana terbaik adalah rencana yang dimulai jadi untuk backpakeran sebenarnya tidak terlalu ribet kadang gampang gampang susah. Susahnya itu nyari partner untuk backpacker mudahnya itu semudah naik angkot. Haha.

Simpel sebenarnya. Ada teman. Ada rencana. Ya eksekusi jangan terlalu lama mengasan kapak tapi mesti pinter pinter ngatur budget. Ya kalo kamu tipe orang yang koperpacker ngak masalah. Kalo yang cuma bisa ngandelin ransel kan sayang ngabisin biaya cuma habis di perut dan dijalan hehe.


Oke segitu dulu untuk cerita tanggal 23 kemarin. Untuk review tempat lain insyallah menyusul selama masih ada niat ada kemauan dan ada objek yang perlu diceritaken.



Salam,
Pejalan serabutan.
Comments
0 Comments

No comments :

Post a Comment

Silakan tinggalkan pesan anda, tidak perlu pesan panjang, cukup komen sederhana saja, oke salam kenal