Wednesday, April 26, 2017

LAMPUNG : PAHAWANG, KELAGIAN, JEMBATAN PASIR DAN SNORKLING

Rencanan terbaik adalah rencana yang dimulai.


Seorang pemikir mengatakan bila dia diberi 12 jam untuk menebang pohon dia akan menghabiskan 10 jam untuk mengasa kapak. Apa artinya? Iya artinya semuanya butuh persiapan yang matang. Matang ya bukan gosong yang pada akhirnya terbuang sia-sia.


Persis, saya bukanlah tipe orang yang sertus persen bersetuju dengan pemikirannya ya benar karena menebang pohon bukan cuma tentang kapan yang tajam sehingga kita lupa jenis pohon apa yang kita tebang. Toge? Yaelah tong tidak perlu 11jam kali menebang pohon toge.


Lalu apa hubungannya itu prolog dengan tulisan ini. Jadi begini ceritanya saya dan teman teman saya berencana main ke malang pada tanggal 23 April kemaren. Persiapan perencanaan dan segala macam sudah di hitung. Termasuk mengasa kapak haha. En den pada akhirnya batal. Ya batal. Karena kelamaan ngasa kapak heheh ngak kok ada benarnya juga batal akhirnya saya bisa mengunjungi Lampung untuk ke dua kalinya.


Skip. LAMPUNG.

Batalanya rencana ke Malang membuat saya terdampar di pesawaran Lampung. Memang sudah lama saya ingin main ke lampunh snorkling ke gugusan pulau pahawang yang katanya bagus. Uhuk. Ya saya tidak bisa membantah dan tidak pula bisa sepenuhnya mendukung pernyataan ini.

Spot spot yang di kunjungi adalah Jembatan Pasir pahawang, pulau kelagian  dan kelagian lunik dan dengan biaya 175rb kita sudah bisa dapat fasilitas alat snorkling lengkap, kapal ketek, makan siang dan air minum selama kegiatan snorkling plus dokumentasi under dan up water. Tidak begitu mengecewakan untuk ukuran 175rb.


Perjalanan bermula cerita di pelabuhan ketapang dan rata-rata snorkling budget semuanya menjadikan titik kumpul di pelabuhan ini. Pelabuhan ketapang sendiri berjarak kurang lebih 1 jam perjalanan dari kota Bandar Lampung (naik motor). Pelabuhan ini dilengkapi dengan fasilitas parkiran yang luas dan itu gratis untuk anda yang ikut opentrip. Mayan. Ngehemat kantong.


Perjalan naik kapal ketek dari pelabuhan ini menuju ke spot snorkling kurang lebih 30-45 menit dan akan lebih cepat lagi kalau menggunakan speedboat tapi kayaknya jarang trip buget menggunakan fasilitas itu.

Spot snorkling saya yakin bayak tapi karena  saya bukan tipe orang suka komplain ke tourguide saya ikut saja kemana mereka menyarankan kalau untuk bawah lautnya lumayan bagus. Tidak begitu mengecewakan. Selain snorkling kita bisa menghabiskan waktu dengan naik bananaboat yang banyak tersedia di sekitar pulau pulau kecil tidak jauh dari tempat kita snorkling. Tentu itu tidak gratis dan diluar paket snorkling budget hehe.


Selain snorkling berjalan di jempatan pasir yang menghubungkan dua pulau (lupa namaya) juga asyik dan menarik kita berasa di tengah laut tapi berada diatas pasir asyik kan?.


Habis snorkling itu tidak lengkap kalo tidak makan haaha. Kalau trip budget di pahawang semua rata-rata dapat makan siang dan menunya lumayan enak ada ayam dan sambal plus sayur. Lumayan ngeganjel perut yang tenaga sudah terkuras.


Selain makan siang di sediakan tourguide kita bisa juga sekedar ngopi dan minum es kelapa muda (rata rata ngak ada esnya) sebagai pelengkap perjalanan mantainya.


Tips ni untuk yang lebih ngehemat budget sebelum berangkat nyetok makanan dulu biar enak. Nyetok cemilan yang mengenyangkan dan air mineral tentunya harus bawa sendiri meskipun disediakan oleh tourguide.


Sebenarnya saya kurang pandai mereview tempat wisata tapi begitulah kira-kira. Sebenarnya yang palinng penting perjalanan murah meriah kan. Berikut list biaya backpackeran saya dari titik kebon sirih Jakarta Pusat.


1. Gojek/ grab dari Kebon sirih ke Gambir Rp 7.000
2. Gambir ke Bandar Lampung via damri Rp 200.000
3. Atau bisa juga lebih hemat lagi dengan
3a. Bus primajasa Kebon Jeruk Merak 26.000
3b. Dari merak naik kapal ke bakauheni 13.000
3c. Dari bakauheni ke bandar lampung menggukan travel plat hitam 50.000.
4. Dibandar lampung biar hemat nginap ditempat teman atau bisa juga dilosmen banyak ditemukan di bandar lampung.
5. Dari bandar lampung ke pelabuhan ke tapang naik motor atau naik elf atau kendaraan umum (kemaren saya motoran)
6. Biaya makan bisa 200.000.
7. Total sendiri dah habis berapa. Haha

Sebenarnya kembali ke prolog rencana terbaik adalah rencana yang dimulai jadi untuk backpakeran sebenarnya tidak terlalu ribet kadang gampang gampang susah. Susahnya itu nyari partner untuk backpacker mudahnya itu semudah naik angkot. Haha.

Simpel sebenarnya. Ada teman. Ada rencana. Ya eksekusi jangan terlalu lama mengasan kapak tapi mesti pinter pinter ngatur budget. Ya kalo kamu tipe orang yang koperpacker ngak masalah. Kalo yang cuma bisa ngandelin ransel kan sayang ngabisin biaya cuma habis di perut dan dijalan hehe.


Oke segitu dulu untuk cerita tanggal 23 kemarin. Untuk review tempat lain insyallah menyusul selama masih ada niat ada kemauan dan ada objek yang perlu diceritaken.



Salam,
Pejalan serabutan.

Tuesday, April 18, 2017

BOGOR, JAKARTA, BANGKA DAN SEGALA RANDOMNYA

Bogor dan kreta.

Setelah sekian lama kabur dari pulau timah blog saya lama tidak berisi. Terakhir postingan tentang jalan-jalan ke Kota Sungai Liat Bangka Induk. Sudah lama. Ya lama sekali. Lebih dari 6 bulan lamanya.


Dulu sempat mau nulis tentang jejak langkah saya setelah meninggalkan pulau bangka dan dihijrahkan ke Ibukota. Jakarta. Kenapa di hijrahkan ya memang itulah adanya bukan saya yang memilih tapi tempat kerja baru saya. Tapi saya nyaman nyaman aja.  

Benar kata orang ketika pergi meninggalkan yang tersisa hanyalah kenangan eaaa. Benar. Benar sekali saya meridukan yang namanya lempah kuning makanan khas pulau bangka. Otak otak ase cemilan lezat seantero bangka. Kricu. Terasi. Tung tau yang menggoda. Mie koba yang menggugah. Ah sepertinya saya punya alasan sekiranya ingin kembali kesana. Kapan? Tidak bisa dipastikan. 


Selain makanan, Bangka terkenal akan pantai dan lautnya mulai dari pantai pasir padi yang bikin ngeri sampai pantai tj pesona yang penuh cerita. Pantai parai yang mendunia.


Danau kaolin yang menyihir mata sampai dasar laut bangka selatan yang penuh zamrud zamrud yang tak mungkin dilupa.


Sekarang, saya cuma bisa mengenang. Ah cerita tentang kenang memang kadang menyimpan linang eaa..


Ya. Sekarang bukan lagi cerita Bangka. Bangka dengan pangkal pinangnya atau bangka dengan timahnya. Tapi ini tentang cerita Ibukota yang hiruk pikuknya entah bagaimana saya bingung mau mendeskripsikannya. Sebagai orang kampung datang ke Jakarta saya persis seperti orang orang di dalam sinetron. Cupu haha. Ya tapi ngak perlu malu toh memang saya orang kampung dari dataran tinggi di pedalaman selatan pulau sumatera. Oh. Haha.

Tidak pernah membayangkan sama sekali bekerja di tengah tengah jakarta yang penuh dengan manusia kendaraan dan bangunan. Pertama-tama datang yang jelas gegar budaya. Namanya juga penyesuaian. Nyebut pulpen dengan pena nyebut penggaris dengan mistar dan harga harga yang alhamdulillah. Tidak murah. 

Di jakarta tinggal dikebon sih namanya. Kebon sirih. Tapi jangan harap bertemu kebon benaran lah orang kebon sirih kini telah berubah dengan kebon beton. Rumah sana sini padat mirip sarden dalam kaleng ya begitulah kira kira.


Mungkin bakal panjang tulisan blog ini kalau mau di ceritakan semua. Kembali ke kalimat awal. Bogor dan kreta.


Teng.


Ya biar skipnya agak jauhan dikit. Langsung aja bahas bogor dan kreta komuternya.
Sebenarnya blog saya termasuk jarang yang suka curcol gini. Tapi ya gitu. Ngak tau kenapa sekarang kepikiran aja ngeblog lewat henpon.


Prev Singkat cerita saya bekerja di Jakarta pusat. Tinggal di kebon sirih. Sekarang saya lagi dinas atau apalah istilahnya di Bogor kota. Sebenarnya orang bakal heran kalau saya kerja bolak balik jakarta bogor untuk sementara waktu ini. Lah iya saya cuma pegang nota dinas bukan sk. Saya masih berstatus pegawai cabang jakpus makanya bolak balik jakarta bogor. Fyi jakarta bogor kurang lebih 1 jam 30 menit dan selama satu jam 30 menit inilah saya mencoba mengusir bosan dengan ngeblog.

Seorang teman nanya ke saya ngak capek apa bolak balik jakarta bogor. Jawabannya ngak. Karena saya posisinya ngelawan arus pekerja tangguh comuterian yang kesehariannya ikhlas dan rela berdesakan. Kalo saya pagi pagi kreta dari jakarta ke bogor lengang bisa dudul. Tidur. Maen bekel. Main bola. Main henpone. Main perempuan uhuk. Jadi ngak ada cerita jadi pekerja tapi rasa monyet alias bergelayut beridiri 1 jaman haha.


Baliknya dari bogor sama. Lengang karena para pekerja jakarta balik ke bogor saya malah balik ke jakarta. Aman lancar nyaman terkendalilah pokoknya.


Skip.


Sebenarnya saya termasuk lambat ngapdet ini blog coba kalo dari awal saya di tugaskan di bogor langsung nulis setiap di kreta pasti sekarang postingan saya mungkin sudah 30 an lebih ya bisa di bilang telat lah. Tapi ngak apa apa saya masih punya waktu sampe tanggal 6 Mei di kreta comuter ini.
.
.
.

Oke guys cerita lainnya (mungkin akan ditulis) lain kali kretanya sudah sampe manggarai itu artinya saya bentar lagi turun di stasiun gondangdia.



Ok bye bye.
Besok jangan lupa yang warga jakarta pilih Anies baswedan Sandiaga Uno. No 3. Ojo lali yo rek..mantap




Apodiolah ini oii dah.
Balek ke judulnyo baelah..



Friday, March 4, 2016

Bukit FathIn San, Sungailiat, Bangka

Kalau kemaren kita main ke Bangka Tengah sekarang kita akan bergeser ke Bangka Induk. ya kita akan berkunjung dan bertandang ke kota terbesar ke dua di Pulau Bangka. ya Kota Sungailiat. Kota Sungai liat berjarak sekitar 32 Km dan membutuhkan 45 menit perjalanan dari Kota Pangkalpinang. Menyandang sebagai predikat kota teramai kedua di pulau Bangka dan memiliki begitu banyak tempat menarik untuk dikunjungi tidak ada salahnya untuk menjelajahi kota ini apabila anda berada di Pulau Bangka.

Sungailiat merupakan Ibukota kabupaten Bangka induk memiliki banyak tempat menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah bukit FathIn San. Bukit Fathin san merupakan dataran tinggi di barat kota Sungailiat, lebih tepat di Kelurahan Parit Padang Kota Sungailiat. 
Pemandangan kota Sungailiat dari atas bukit fathin san
Akses menuju bukit ini lumayan mudah jika anda datang dari Kota Pangkal Pinang. sesampainya anda digerbang kota Sungailiat dan sudah nampak gerbang komplek perkantoran kabupaten bangka anda ambil Jalur kekiri dan terus lurus ke Barat dan gerbang menuju bukit ini ada di sebelah kanan jalan. 
Jalan menuju ke bukit ini masih jalan tanah mengingat belum diaspalnya jalan menuju ke sana. namun tidak ada masalah jika anda berkunjung kesini dalam keadaan hari cerah karena kalau hari hujan jalan becek dan itu sangat merrepotkan jika anda membawa kendaraan roda dua. Jika adan membawa kendaraan roda anda akan dikenai retribusi 5000/motor untuk mobil saya kurang tau karena saya kesana tidak membawa mobil :). jika membawa kendaraan anda dapat memarkir kendaraan anda di atas bukit dan jalan menuju ke atas sangat menanjak.

Oke, dari tadi kita masih bicara tentang akses. Jadi ada apa sebenarnya di bukit ini?? oke sebenarnya tempat ini adalah salah satu tempat peribadatan umat Budha, ya meski anda bukan penganut agama budha masih bisa berkunjung kesini. Lebih cocoknya tempat ini adalah tempat hiking dan mendaki, mengingat bukit ini lumayan menguras tenaga untuk didaki. melewati tangga setapak yang didesain ala-ala dan berdesain great wall atau tembok cina membuat pendakian lebih menarik. bukit ini ada tiga tempat perhentian diperhentian pertama merupakan tempat parkir dimana anda akan disambut dengan naga besar ditepi kolam ikan ditemani dengan gemercik air perbukitan. Di perhentian kedua merupakan tempat patung Budha menghadap ke timur dengan latar Kota Sungailiat dan sampai kelautan lepas. di balkon depan patung Budha inilah tempat selfie yang menarik apalagi cuaca dengan keadaan cerah. Bukit fathIn San
Di pelataran kedua ini hampir seluruh kota Sungailiat terlihat, dengan latar lautan lepas dan sebuah bukit yang lebih rendah dari atas membuat pemandangan semakin menarik. Di antara perhentian tempat parkir dan tempat perhentian kedua terdapat tempat sembahyang dari batu namun saya tidak tau persis ada apa yang di dalam karena saya tidak begitu nyaman untuk masuk mengingat saya bukan penganut Budha namun sempat saya abadikan seperti dibawah ini. fathin san bangka
Perhentian kedua sudah menguras tenaga lanjut ke perhentian ke tiga dimana kita akan melewati hutan dan jalur pendakian yang lebih menantang lagi, diperhentian ketiga merupakan titik tertinggi dari objek hiking ini. diperhentian ketiga kita akan disambu oleh patung kepala naga yang lumayan besar dan masih menghadap ke timur.
 Jika sudah sampai ke perhentian ketiga berarti hiking sudah selesai kalo mau selesai sih. sudah sampai keatas siapkan tenaga untuk turun.Bangka dijamin tuh kaki sudah berasa ngayuh becak 5 km bolak balik hahah. Selain pemadangan dataran tinggi dan jalur pendakian menantang  kita juga dapat menyaksikan bajing yang unik khas perbukitan disana menurut saya dan burung burung liar yang cantik namun itu lumrah mengingat sepertinya kawasan perbukitan ini dilindungi. Bukit Fathin San 


Sudah capek ngetik... seandainya ada pertanyaan silaken komen dibawah kalau ada sih itupun kalau ada yang baca hehe..


Information:
Jarak Pangkal Pinang - Sungailiat 32 Km 45 menit perjalanan darat
Retribusi masuk 5k-10k IDR
tidak ada transportasi umum kesini

Thursday, February 25, 2016

Danau Kaolin, Air Bara, Bangka

Selamat Malam..
kali ini saya akan memposting salah satu tempat yang lagi booming dan lagi naik daun untuk didatangi di Pulau Bangka. Ya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memisahkan diri 15 tahun lalu dari Sumatera Selatan menyimpan begitu banyak potensi yang belum tergali. mungkin kalau mendengar Bangka Belitung orang lebih memilih Belitung untuk tujuan wisata karena (katanya) Belitung lebih bagus dari Bangka. ya saya belum pernah ke Belitung Soalnya jadi tidak terlalu tau bagusnya seperti apa. Namun sekarang berhubung saya lagi berdomisli di pulau Bangka jadi ceritanya pulau bangka saja.

Kembali ke topik yang lagi naik daun tadi, jadi ceritanya setelag beberapa minggu saya mejejakkan kaki di Pulau bangka setelah pesawat garuda Indonesia menderat dengan selamat Januari lalu, fix saya menghirup udara pulau bangka beserta segala macam delema yang menjadi satu paket haha.

Ya kali ini kita mulai dari Bangka Tengah, karena tanah Bangka yang pertama saya tapaki itu adalah Bangka Tengah. Kabupaten yang mengusai sebagian pantai Timur Bangka ini beribukota Koba, Koba itu sekitar satu jam perjalana dari pusat pemerintahan dan sekaligus kota terbesar pulau bangka - Pangkal Pinang, Sekitar 10-15 menit perjalanan dari Kota Koba menuju ke Toboali- Bangka Selatan terdapat tempat selfie yang menawan yang disebut Danau Kaolin. Ini sebenarnya bukanlah danau sungguhan yang terbentuk alami melainkan cekungan bekas penambangan timah yang berisi air yang memantulakn warna air yang biru seperti langit, yang dikelilingi oleh bekas pasir timah yang putih membuat suasana sekitar mirip es di kutub. 

Tempat ini sendiri berada di Desa Air Bara, Kabupaten Bangka Tengah. akses kesini secara umum lancar dan mulus kalau dari pangkal pinang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan selama 1-1,25 jam perjalanan. terlentak tidak jauh dari Jalan lintas provinsi Koba-Toboali. dari Jalan lintas kita akan melewati jalan tanah kurang lebih 200 meter, yang jika hari hujan becek hati-hati untuk yang menggunakan kendaraan roda empat kejebak lumpur.

Secara umum tempat ini belum cocok disebut tempat wisata mengingat ketersedian infrastruktur yang tidak memadai. namun kalau sekedar mengisi perut bila lapar meminum es bila haus tidaklah terlalu susah didapat. Lumrah. karena tempat ini merupakan areal pertambangan tradisonal timah. yang pada hari biasa pun kita masih bisa menyaksikan penambangannya.

Sangat disayangkan bila cekungan cekungan menarik ini tidak digarap sedemikian rumah oleh pemda setempat. tidak tau kenapa apakah karena ini lahan miliki warga atau milik konsensi entahlah. menurut saya jika lahan ini direklamasi dan dijadikan taman yang indah seperti dibeberapa tempat di dunia yang menyulap lahan bekas tambang mennjadi tempat yang lebih bermanfaat.

Dan, Bagi anda yang berencana berkunjung ke tempat ini sediakan tabir surya karena teriknya matahari dan siap siap ambil resiko terpapar radiasi karena konon katanya lahan bekas tambang bukan tempat rekreasi, ah bodoh amat yang penting selfie toh kita disana tidak berlama lama kan? heheh. 

Information :
Jarak tempuh dari Pangkal Pinang - Koba = 1 Jam
Koba - Air Bara = 10-15 Menit
Transportasi = tidak ada kendaraan umum pake kendaraan pribadi.


Monday, May 25, 2015

ALASAN MENGAPA TINGGAL DI JAMBI SEJAUH INI MENGESANKAN.

Selamat sore, selamat datang saya ucapkan untuk jiwa ngeblog yang telah menjadi zombie, datang kemudian mati. Lalu bangkit. Tak seberapa lama mati kembali, ah itulah kenyataan kadang hobimu akan terbentul hal-hal lain yang menjadi prioritas dimana hobi mu menjadi formalitas diatas kertas. Then saya rasa lebih dari cukup untuk pembukaan postingan kali ini. Paragraf singkat namun semoga mewakili domain ini yang kembali berisi mesti mungkin tak ada lagi nyawa didalamnya ya sebegitu saja paragraf pertamanya.


Sekarang paragraf kedua, sepertinya sudah tertatih ini. Kembali ke judul postingan. Ya saya akan mencoba mereview kembali alasan alasan kenapa tinggal dijambi sejauh ini menyenangkan. Ya ini adalah bulan kelima sejak januari awal tahun lalu saya menginjak kan kaki di negeri putri pinang masak yang dalam dongeng sang putri diceritakan cantik jelita, ehmm oot.


Oke point pertama kenapa tinggal dijambi itu menyenangkan adalah kotanya tidak sepadat kota-kota  lain yang pernah saya datangi. Tidak ada ada kata macet di jalanan di kota jambi. Tidak akan ditemui lampu merah yang berhitung lama, ya untuk point pertama mengapa disini menyenangkan adalah jalanan yang tidak membuat stress.


Second, ada 4 hal didunia ini yang menjengkelkan di jalanan pertama macet, jalan rusak, polisi tidur dan oknum polantas yang memakan uang haram. Di jambi jalanan macet hampir tidak akan kita temui, kedua jalanan rusak okelah tidak parah parah amatlah. Polisi tidur?? Ah didaerah lain juga banyak polisi tidur, tapi di jambi enaknya polisi lalu lintas jarang ditemui bahkan seorang sahabat saya pernah nyeletuk di jambi polantasnya ngak kerja, kenapa?? Karena memang jarang menemukan polisi mengatur lalu lintas pun ada itu cuma deket mall Wiltop Trade center di bantara sungai batang hari hehe. Sebenarnya point kedua ini adalah jika kamu termasuk tipe orang yang suka menyerobot lampu merah dan tidak pake helm jambi adalah surganya. Karena di jambi menyerobot lampu merah merupakan hal yang lumrah meski tidak semua, oke kita sebut saja oknum orang jambi, jadi di jambi menerobos lampu merah lumrah baik oknum anak muda, ibu ibu bawak anak, apa lagi bapak bapak. Termasuk saya hehe. Hal ini disebabkan  karena jalanan di jambi yang tidak terlalu ramai tadi. Seperti di perempatan dekat kantor saya, di perempatan yang disebut simpang pulai berdiri bagunan megah pos polisi lalu lintas disana hampir setiap lampu merah di setiap sisi pasti ada yang menerobos dan polisi yang di pos sana diam seribu bahasa, mungkin sudah di anggap mati oleh oknum pengendara. Tapi bagi saya pribadi kenapa jarang ada polisi yang patroli saya berhusnuzon  orang jambi secara umum adalah teratur tanpa diatur polisi pun mereka sudah teratur, pun kadang mereka membuat aturan sendiri lampu merah menjadi hijau yang hijau menjadi abu abu heheh


Third, hukum gossen I dalam ilmu ekonomi mengatakan jika pemuasan keperluan terhadap suatu jenis benda tertentu dilakukakn terus menerus, kenikmatannya akan terus-menerus berkurang sampai akhirnya mencapai suatu kejenuhan. Dengan demikian kenikmatan benda yang dikonsumsi terakhir merupakan kenikmatan marginal. Tapi hukum ini tidak berlaku untuk makan diwarung padang yang hampir disudut kota dapat ditemui. Ya kalau mau cari masakan padang tidaklah sulit di Jambi. Alasan ini mengapa tinggal di Jambi menyenangkan. Hukum gossen I tidak berlaku. Heheh tapi kalo tiap hari makan otak yang gempor juga maka berlakulah hukum itu haha.


Fourth, Kalau Philipina adalah salah satu negara Asia yang pengaruh baratnya terlalu kental terhadap warganya dan kebarat baratan yang kental maka Jambi merupakan salah satu kota yang "pengaruh" ke-jakarta-an terlalu kental terdengar ya walau tidak kental kental amat haha kenapa di Jambi menyenangkan yang ke empat adalah begitu banyak nama daerah di kota Jambi yang saya pikir obsesi ke-Jakarta-an begitu kental.

Pertama, tidak perlu ke Jakarta untuk ke Ancol, Jambi juga punya tempat nongkrong dengan nama ancol, kalah ancol di jakarta pinggir laut, ancol Jambi pinggir sungai batang hari, lebih gereget kan? Soalnya kalo di ancol jakarta kita makam siomay di ancol jambi kita makam jagung bakar dan es tebu.

Kedua, Jakarta punya Icon monas yang sekaligus landmark kota, Jambi juga punya kok monas, tempatnya di kota baru disana dapat ditemui adik monas Jakarta bediri kokoh disana disini tempat nongkrong anak anak jambi dengan cafe cafe yang full musik.


Ketiga, pallmerah, kebun jeruk, kebun kopi tidak cuma ada di Jakarta di Jambi juga daerah dengan nama tersebut


Fifth, Kalau yang hobi ngemall Jambi bukanlah tempat yang nyaman untuk ditinggali karena Jambi hanya punya 3 mall  dan itu menurutku minimalis, tapi bagi saya tentunya ini menyenagkan karena kita berhemat karena main ke mall di Jambi tidak begitu istimewah.


Oke sejauh ini, cukup segitu dulu point pointnya sebenarnya begitu banyak kenapa tinggal disini menyenangkan seperti megahnya komplek candi muara jambi peninggalan kerajaan melayu kuno dan kerajaan sriwijaya yang dilengkapi dengan kanal kanal kuno yang megah tapi segitu dulu aja yang dishare.


Wasslam.


Wednesday, October 15, 2014

Belum ada judul.

Halo.. kalimat pertama ketika ngeposting setelah lama tidak ngeposting adalah paragraf ini. Paragraf absurd yang setiap blogger-yang saya yakin-bosan  mendengarnya. Haha

Ini postingan pertma pasca berkutat dengan kegiatan pasca kuliah haha ya cari kerja. It's something annoying for my blog because why ? Ya my time for blogging arent in my scedule. Ciee yan inggrisnya belepotan. Bulan april kemaren adalah bulann dimana lagi sibuk sibuknya jadi auditor junior amatiran di sebuah kantor akuntan publik di palembang.  April adalah sibuk moment dimana setelah april itu job dari kap adalah ngaudit dana kampanye pilihan legislatif yang heboh punya dimana di karantina selama sebulan untuk memeriksa dua partai di setiap kab/kota di sumsel something great i think.

Sekarang masa-masa jadi junior auditor telah berlalu ciee..  setelah kurang lebih bergabung selama 8 bulan di kantor akuntan publik kini saya mencoba peruntungan yang baru di tempat yang baru dengan suasana baru dan orang-orang baru.

Agustus saya mendapat undanhan untuk mengikuti tes di sebuah perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia well ini lebay haha.. tahapan-tahapannya kurang lebih memakan waktu 3 minggu. After that, trainning dimulai september di palembang selama satu bulan full baca standar oprtional prosedur yang tebalnya lebih dari alquran dan itu ada dua buah buku. Nyip nyip.. sebulan training di cabang palemban sekarang saya di oper ke cabang semarang untuk training tiga bulan disini. Ya cerita baru dan pengalaman baru dimulai. Mulai dari distorsi bahasa, gegar lidah, dan gegar lampu merah haha.

Ude ceritanya segitu aje dulu.