Tuesday, April 22, 2014

Film Pendek

Bukan cuma cerita saja ada istilah cerita pendek, dunia perfilman juga punya istilah film pendek. Bedanya kalau di cerita ada istilah cerpen maka di film tidak ada istilah filpen :). karena kedengaran akan jadi janggal, tapi sebenarnya tak masalah kan zaman sekarang orang Indonesia itu suka memendekkan yang panjang hahha liat saja presiden kita di singkat SBY, ketum PPPP disingkat SDA [sumber daya Alam kaleee] dan Joko widodo disingkat Jokowi ehtapi jangan sampai yang di bawah yang sudah panjang mau dipendekin kan trennya tidak seperti itu [Red:Kaki]

Kembali kepada film pendek, saya adalah salah satu orang yang suka nonton film pendek, alasannya ya simpel saja, tidak panjag :p. ya nonton film pendek itu yang jelas tidak memakan waktu sampe satu jam ditambah nahan kencing :). Jadi di film pendek kita menonton film dengan durasi yang pendek namun pesannya sampai. 

Di Indonesia film pendek itu biasanya jarang tayang di bioskop, tapi sepengetahuan saya kalau tayang di bioskop ya bakal panjang juga durasinya karena film pendekknya tidak cuma satu tapi digabung dengan film judul lain sehingga durasinya juga bisa satu jam, sebagai contoh film pendeknya KPK dan Rectoverso ini termasuk film pendek bukan ya? tapi film pendek menurut saya itu ya yang durasinya tidak panjang. nah di dua judul film ini terdapat beberapa cerita yang durasi perbagian atau perjudulnya itu tidak lama tapi pesannya sampai.

Kali ini saya tidak akan membahas film-film yang tampil di bioskop itu, tapi saya mau sharing saja beberapa film pendek yang pernah saya tonton di youtube. mungkin film-film ini sudah lama tapi satu yang saya suka dari film-film ini yaitu ringkas dan pesannya sampai. fyi film-film ini saya tonton dengan kuota 2 Giga yang ludes dalam dua hari hanya untuk streaming youtube. ah sudah itu tidak penting. berikut ini adalah beberapa film pendek yang menurut saya pesannya sampai dengan teknik penyutradaan yang bagus serta pengambilan gambar yang menarik. 

1. Yours Truly

"Hallo apa kabar Olive? saya Todi!" begitulah film pendek karya Elvira Kusno dan Ian Salim  ini dibuka dengan monolog seoarang lelaki dengan recordernya. film ini bercerita tentang seorang pengantar bunga bernama Todi yang kesehariannya mengantar bunga ke berbagai alamat dengan ciri khas selain mengantar bunga Todi juga menyanyikan sebuah lagu untuk si penerima. banyak orang yang ditemui oleh Todi mulai dari wanita cantik sampai waria. Todi sebenarnya adalah tipe orang yang introvert dan pendiam yang justru berkebalikan dengan tuntutan pekerjaannya. Dia sering curhat dengan tape recorder yang selalu disimpan dalam lemari pakaiannya setiap hari Todi menjadikan tape recorder itu sebagai teman bicaranya. namun karena Todi Ingin berubah dia tetap menjalani pekerjaannya dengan menjadi pengatar bunga.

Pada satu scane Todi mengantar bunga ke apartmennya Kayla seoarang wanita indo yang menawan hatinya namun apa daya Todi karena dia orang yang kaku, pendiam dan cnderung tertutup membuat dia hanya menyimpan perasaannya kepada Kayla. pada satu titik yang membuat Todi semakin galau adalah yang mengirim bunga kepada Keyala bukan cuma satu tapi ada banyak lelaki yang mengirim bunga kepada Kayla dan sesering itu juga Todi bertemu Kayla sebagai pengantar bunga, yang membuat Todi semakin gelisa adalah karena Kayla menurutnya tidak cuma disukai oleh seorang pria.

Pada suatu hari Todi berkenalan dengan Kayla dan mereka semakin akrab semakin dekat dengan Kayla membuat Todi berniat mengakhiri hubungan mereka. Namun putusanya hubungan mereka membuat Todi jatuh dalam mimpi buruk yang tak pernah ia duga sebelumnya penasaran? tonton habis film di atas :)

Menurut saya film ini pesannya sampai dan walaupun durasinya pendek kisah tidak bisa diprediksi endingnya bakal kemana. pengambilan gambar yang bagus. serta didukung dengan latar yang menurut saya sederhana membuat film ini luar biasa :) tapi yang paling janggal itu logat Kayla :D

2. The Most Beautiful Thing

Kalau tadi film karya anak Indonesia yang satu ini adalah film karya anak orang haha film ini menceritakan hubungan dua orang yang tidak mungkin terjadi. scane dibuka dengan seorang mahasiswa duduk di bangku taman sendirian. yang pada suatu hari menyapa seorang namun diabaikan sehingga membuat si pemuda ini merasa tidak beruntung. pada suatu hari di kursi taman ia menyapa orang yang sama sorang gadis cantik yang sempai pura pura tidak mendengar ketika dia bilang hai di kampus, namun ternyata si gadis tuna rungu yang membuat dia tidak dapat mendengar apa yang dikatakan oleh si pemuda. Mereka akhir berteman dan berkomunikasi melalui tulisan. 

Suatu ketika si pemuda berkata kenapa kamu tidak berbicara? si gadis bilang mereka akan mentertawakan aku bila aku bersuara sehingga membuat jarak antara mereka. Namun pada saat si pemuda ingin menyatakan cintanya kepada si gadis ia mendapati orang yang disukainya dicium oleh teman satu kampusnya. Selanjutnya silakan ditonton.

Film ini menarik walau tidak menarik-narik amat haha. dengan dua orang tokoh sentral menjadikan pesan film ini sampai. 

Finaly  "The best and most beautiful thing in the world cant be seen, hear, or even touched, they must be felt with heart" - Hellen Keller

3. Gift

Film pendek yang satu ini merupakan film pendek dari Singapore bercerita tentang memberi. Scane dibuka dengan monolog seorang laki-laki yang menyatakan bahwa dia tidak menyukai ayahnya. karena ayahnya miskin dan tidak sukses karena bekerja searabutan dan bodoh.

Pada satu kesempatan ia mendapi ayah menulis "you'll be a great man" dalam sebuah kertas tapi ayanhya bilang heii "it is not for you"  yang mebuat dia semakin kecewa dan bercita-cita ingin lebih dari ayahnya dan tidak ingin miskin seperti ayahnya.   

Ditambah lagi ayahnya bukanlah sosok yang menginspirasi menurutnya. Scane menarik adalah ketika sang anak bertanya mengapa kita tidak kaya? ketika sang ayah sedang mengajarinya menabung. sang ayah menjawab "siapa bilang kita tidak kaya, menjadi kaya bukan mengenai seberapa banyak yang kamu punya tapi seberapa banyak kamu bisa memberi"  

Sang anak tidak ingin miskin seperti anyahnya ketika dia dewasa sehingga dengan kecerdasannya ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan studinya dan meninggal ayahnya yang tua sendirian. dunia kerja pun sang anak jalani  dengan kesibukannya membuar sang anak jarang pulang mengunjungi ayahnya. setelah kematian ayahnya ia mendapati surat yang mengundangnya kesebuah yayasan sebab namanya menjadi donatur dalam yayasan tersebut yang membuatnya tak menyangka dan dipikirnya adalah salah alamat.

Namun apa yang ia dapati setelah mengunjungi yayasan tersebut? ia menemukan bahwa ayanhya adalah seseorang yang tidak seperti yang dipikirkanya selama ini. and finally  Being rich is not about how much you have, it's about how much you can give. 

Film yang satu ini sederhana, mengena, dan membahana :) karena film pendek ini begitu terkenal di luar sana. dengan bahasa Inggris yang sederhana dengan logat Singlish membuat film ini mudah dipahami. akting pemain yang natural, pengambilan gambar yang apik membuat film pendek ini nyaris tanpa cacat. So bagaimana bagus kan film pendek nya

4 comments :

  1. wah yang terkahir short movienya :"

    ReplyDelete
  2. the last, so touching. thanks for sharing....

    ReplyDelete
  3. ada yg tau judul backsound di film "The Most Beautiful Thing" gak?

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan pesan anda, tidak perlu pesan panjang, cukup komen sederhana saja, oke salam kenal