Monday, March 31, 2014

Review The Raid 2 : Brandal [Sinopsis]

Kematian bagiku hanya masa lalu…
Industri perfilman Indonesia boleh dikatakan beranjak memperbaiki citranya ya walaupun aprisiasi memang belum begitu besar. Tak dipungkiri kalau film-film Hollywood masih menjadi primadona di bioskop negeri ini, tapi tak dipungkiri juga langkah tertatih film lokal kadang ada yang bisa unjuk gigi, salah satunya film The Raid, yang sekarang sudah tayang sekuel yang keduanya setelah sukses besar yang diperolehnya pada tahun 2011 silam.

Di sekuel yang kedua ini The Raid 2 : Brandal, memiliki intonasi yang lebih gereget dari yang pertama, meski memiliki cerita dengan tema yang sama tapi The raid 2 menampilkan hal yang berbeda dengan pemeran-pemeran yang lebih segar dan mumpuni untuk memerankan film bergenre laga.

The reaid 2 tidak seperti film sekuel kebanyakan dimana kita harus menonton film pertamanya dulu agar tau cerita keseluruhan. Tapi The Raid 2 tanpa menonton yang pertama pun kita tidak akan kesulitan untuk memahami film ini.
Film ini dimulai dengan adegan di kebun tebu yang luas nan hijau dengan latar langit yang mendung sementara sekelompok orang menggali kubur dan seorang yang ditutupi kepalanya dibuka kemudian ditembak tepat di kepala kemudian dikubur. Orang yang ditembak di kepala ini adalah Andi (Donny Alamsyah) –kakak dari Rama di The Raid 2011. Ini merupakan lanjutan cerita dari cerita sebelumnya dimana kemenangan Rama (Iko Uwais) dalam operasi gembong narkoba di sebuah apartment kumuh di Jakarta merupakan kemenangan yang belum seberapa karena Rama dihadapkan pada kenyataan bahwa ada permainan yang lebih besar dari yang dia duga, dimana Rama harus berhadapan dengan geng-geng bisnis kotor yang memiliki cengkraman sampai pada oknum pejabat negara dan polisi yang berafiliasi. Geng yang mengancam nyawa anak dan istrinya serta dirinya. Untuk membongkar kejahatan besar ini Rama tidak punya pilihan lain kecuali melakoni misi penyamaran sebagai Yuda dan membuang semua indentitasnya. 

Dalam satu skenario misi Rama masuk dalam penjara dan bertemu dengan Ucok yang diperankan oleh Arifin Putra yang merupakan anak kepala geng Bangun yang sudah berkecimpung dan menacapkan kukunya dalam bisnis kotor selama 30 tahun.  Setelah terjadi kerusuhan dalam penjara yang melibatkan Ucok dan Rama serta geng lainya membuat Rama dipenjara selama 2 tahun bukan 3 bulan yang dijanjikan, seperti dalam misi. Singkat cerita, Rama keluar penjara dan dijemput oleh Ucok yang lebih dulu keluar penjara, dan dimulailah pertualangan Rama yang dikenal dengan nama Yuda.  bersama geng Bangun pimpinan ayah Ucok yang diperankan oleh Tio Pakusadewo.

Salah satu scane ketika Alicia beraksi di comuter line
Konflik dimulai dengan kehadiran Bejo (diperankan oleh Alex Abbad) seorang gangster muda yang berambisi untuk menguasai daerah kekuasaan yang dimiliki oleh ayah Ucok dan keluarga Goto, ambisi Bejo membuat keseimbangan dua geng ini terancam. Ditambah lagi ambisi Ucok yang tidak sabar untuk menggantikan posisi ayahnya. Sehingga dimanfaatkan oleh Bejo untuk mencapai ambisinya, singkat cerita Ucok membunuh ayahnya yang dia anggap menghalangi dirinya untuk 'naik tahta' dan menuduh ayahnya menjatuhkan harga diri gengnya Karena meminta maaf kepada geng Goto karena kerusuhan yang dia buat. Kisah dilanjutkan dengan berpihaknya Ucok kepada geng Bejo. Yang membuat tensi film semakin memuncak karena Eka yang merupakan kaki tangan Bangun tidak terima atas perlakuan Ucok terhadap bosnya sehingga terjadilah adengan kejar-kejar yang menyebakan Eka menginggal dunia dan misi pembalasan dilanjutkan oleh Rama yang menyamar sebagai Yuda. Namun perjuangan Yuda tidaklah mudah karena Bejo dikelilingi oleh orang-orang bayaran yang berani mati untuknya, ada Alicia yang diperankan oleh Julia Estelle yang dikenal dengan hummer girl dengan dua palu sebagai senjata dan The assassin sang pembunuh yang mempunyai dua senjata yang mirip celurit. Serta baseball man dengan senjata pentungan baseball yang merupakan sahabat Alicia.
Scane perkelahian di penjara
Kisah ditutup dengan terbongkarnya identitas Bejo sehingga Ucok marah besar serta ditemukannya alat sadap dalam dompet Ucok yang di pasang Rama yang membuat Ucok semakin marah besar pertarungan segit dan melelahkan membuat semua geng Bejo dapat di lumpuhkan oleh Yuda. Setelah semuanya selesai tiba-tiba datang geng Goto yang ingin menyerang geng Bejo karena mengancam daerah kekuasaan Goto yang ternyata telah dilumpuhkan oleh Yuda. Sehingga film ditutup dengan kata-kata rama yang berujar “cukup”.

Ada beberapa scane yang membuat saya angkat topi pada film ini yang pertama dalah adengan dimana terjadi kerusuhan penjara yang membuat Rama harus melakoni adegan perkelahian dalam WC dengan segerombolan orang, ini merupakan scane yang menarik dimana adegan perkelahian syuting dalam ruangan sempit, yang kedua adalah adegan dimana kerusuhan terjadi ditengah hujan dan berlumpur, adegan mematahkan leher, mematahkan kaki dan pukulan-pukulan keras yang saya pikir adalah sempurna.
salah satu scane dimana polisi yang wajahnya digoreng di penggorengan sebuah resto
Selain scane dalam penjara, scane ketika Rama menaklukkan The assassin sang pembunuh yang merupakan kaki tangan Bejo merupakan adegan yang paling menarik di film ini, dimana adegan silat serta permainan senjata karambit yang merupakan pisau kecil melengkung dimainkan dengan sempurna sehingga tidak berlebihan jika seisi biokop ketika saya menonton film ini bertepuk tangan ketika The assassin dilumpuhkan dengan sayatan pisau yang bertubi-tubi oleh senjatanya sendiri yang dilakukan oleh Rama J.

Peran Julia Estelle di film ini tidak begitu buruk karena memerankan si pembunuh berdarah dingin dan tidak bisa berbicara dan berkomunikasi dengan bahasa isyarat, dengan dua buah palu Julia Estelle memerakan adengan perkelahian di Comuter Line dengan baik dan apik sementara temannya Julia Estelle si Baseball man juga berperan cukup menarik dengan senjata pentungan dan bola baseballnya membuat Hummer Girl and Baseball Man menjadi scane yang menarik juga.

Adegan kejar-kejaran mobil di jalanan yang diperankan oleh Oka Antara juga menarik dimana jarang saya temui di film-film Indonesia, dimana adegan menebak dan mengendarai mobil, serta menabrak halte TransJakarta membuat film ini Hollywood Quality J
Adengan The assassin melawan Yuda aka Rama

Adegan yang menggelikan adalah iklan smartfren di film ini dimana tablet smartfern yang digunakan Rama untuk memata-matai ucok dan si Bejo canggih beuud webcamenya heheh. Handphone yang di pake Rama juga smartfren tapi ya lumrah saja jika iklan disisipkan dalam film ini toh tidak mengurangi kualitas film ya itung-itung brand lokal bisa terlihat di luar. Kalau di film the raid preskuel tidak begitu tampak aroma Indonesianya kecuali bahasa. Di film The Raid 2 ini reog dan kuda lumping ikut unjuk gigi, TransJakarta juga mejadi pesan bahwa film ini syuting di Jakarta.

Film ini Juga memiliki tingkat kesadisan yang lumayan dimana cutter digunakan untuk menggorok orang satu persatu. Pisau untuk menyayat, palu yang ditacapkkan di kepala. Senapan yang menembak kepala sampe hancur. Membuat film ini semakin TOP. Oke sekian review dari saya semoga dapat menjadi masukan dan resensi untuk anda yang belum menonton.


Pemeran : Iko Uwais, Arifin Putra, Oka Antara, Tio Pakusadewo, Alex Abbad, Julie Estelle, Ryuhei Matsuda, Kenichi Endo, Kazuki Kitamura dll.

2 comments :

  1. Keren nih rating dari filmnya :o Sinopsisnya juga keren sip lah

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan pesan anda, tidak perlu pesan panjang, cukup komen sederhana saja, oke salam kenal