Thursday, May 29, 2014

Mengapa saya memilih?

Pemilihan presiden sebentar lagi, ya sebentar lagi walaupun kampanye resmi belum dibuka kempanye tak resmi telah berseliweran saling memojokkan, menjelekkan dan pamer kebaikan masing-masing, yang dukung A teriak B boneka, yang dukung B teriak A melanggar HAM. A dan B yang jelas punya kebaikan dan keburukan masing-masing. tapi keburukan itu ada yang dilakukan masa lalu ada yang yang dilakukan  dalam beberpa waktu dekat ini. oke well kita andaikan saja nama calon presidennya Joko dan Prabo - dimana Wi dan Wo kita hilangkan.

Ada kemungkinan-kemungkinan dalam setiap pilih-pilihan ya begitu juga dengan memilih calon pemimpin. kemungkinan amanah ada kemungkinan mebikin meranah juga ada. kemungkinan amanah, wi apa wo? yang jelas seantero Jakarta tau jawabannya, kemungkinan merana, wi apa wo? yang jelas wo belum pernah membuat sebuah provinsi merana. ya walaupun mungkin dia sendiri merana karena partner 2009 yang tak amanah hehe.

Kalau kata orang memilih pemimpin jangan cuma liat buruknya, tapi liat rekam jejaknya maka, melihat keburukan adalah yang pertama ya walaupun tidak etis tapi kita mesti belajar dari sejarah bukan? tidak hanya cukup sejarah dari sebuah kota yang maju dan sukses sekaliber Solo saja. ya walaupun si Wo belum menunjukkan apa-apa, tapi sejarah mencatat rekam jejak si Wi, mulai dari pembohongan mobil SMK, blusuk-blusuk krasak krusuk. yang jelas si Wo tidak begitu mengedepankan pencitraan. (intinya pakai prinsip akuntansi yang buruk-buruk akui dulu yang bagus-bagus belakangan) hahah

Kemudian kemungkinan seperti apa kedepannya. kalau si Wi didukung bateng besar bewarna bermata merah dan si Wo didukung garuda yang memekik kuatnya. banteng punya rekam jejak yang tidak bagus baik itu untuk agama, bangsa dan negara, di kepimpinan banteng istilah privatisasi membumbung tinggi, di era banteng  aset dilelang sedemikian murahnya, di zaman banteng Islam yang mayoritas diseruduk-seruduk tanpa ampun. paham bahwa bateng adalah nasionalis bukan agamis, tapi  petingginya pernah pergi haji, shalat, percaya Allah tapi ketika berpolitik mereka mengesampingkan islam. dan dibelakang Wo adalah garuda dan lagi garuda belum punya rekam jejak yang seperti itu. (menuntun saya pada kesimpulan untuk memilih yang bernafaskan Islam)

Perlu kita pahamkan bahwasanya banteng 2014 memperoleh kursi terbanyak, jika si Wi menjadi presiden kebijakan apapun yang dibisikkan oleh si nyonya besar - si pemelihara banteng-banteng liar- akan diketuk palu iya oleh wakil banteng di parlemen. kata Wi "begini', di Parlemen sepakat menjawab "iya" dan akan menyeruduk apapun yang tak dukung tanpa ampun, ingat RUU pornografi? pasti ingatlah (ya bagus kalo ingat)

Kembali ke Wo, Wo didukung oleh partai-partai beragama. dan bagi anda sebagai orang yang beragama dan mengaku Islam pilihlah jalan yang beragama, karena jika Wo jadi presiden merekalah benteng terkahir umat islam di parlemen yang membela kita atas nama agama Allah. walaupun si Wo bukan islami-islami amat tapi yang penting kita memilih siapa di belakangnya. sementara di belakang Wi ada si Paloh, yanto, Muhai dan terutama calon wakilnya yang pernah bilang negara akan hancur kalau Wi jadi presiden malah dia sekarang menjadi penjilat terkuat ngalahin si Muhai yang liciknya minta ampun. Ternyata dugaan orang bahwa partai agama itu munafik tapi kalah dengan yang satu ini yang Allah memperlihatkan kepada kita bongkah kemunafikan itu didepan mata.
Nyonya besar punya wibawa besar (dulu) karena ayahnya adalah pendiri bangsa besar. tapi  lain ayah lain anak, jika ayah koar-kora beli ini beli itu, bangun ini bangun itu, lantas si anak berkata "saya jual-jual semuanya". hallo Indosat Halo BUMN yang diperkosa membabi buta dan diswastakan. yang paling miris Indosat indosat terjual seperti menjual pakain dan Indonesia menjadi 'telanjang' di mata dunia. Terjualnya Indosaat membuat 'baju kebanggan yang disebut palapa terbang ke Singapura. Wajar kalau setiap sudut dan jengkal tubuh negeri ini terbuka auratnya dan di nikmati negara lain. paham maksud saya? ingat sadap-sadap beberapa waktu lalu? (syukur kalau ingat). jadi jika rekam jejak nyonya kandang banteng seperti itu apa kabar si Wi yang notabene bernaung, makan minum di kandang banteng?

saya tak menyalakan Wi karena raganya atau figurnya, tapi saya tidak suka siapa dibelakanngya dan memanfaatkan ketawa hhahah heheh hihih gayanya itu, dan saya bukan pencinta Wo yang membabi buta tapi lebih kepada siapa dibelakangnya. Kita sama-sama tidak tau persis siapa dibelakangnya tapi kita bisa melihat secara garis besar kemana banteng dan garuda berpacu nyata. Jika berpergian ingin seperti apa jalannya secepat garuda atau seberutal banteng? silakan tentukan pilihan anda.

semoga tulisan tak penting ini tidak me-Wi-kan dan Me-Wo-kan karena memilih itu keputusan hati dan akan "Ada kemungkinan-kemungkinan dalam setiap pilih-pilihan" dan saya baru sadar isi dengan judul tidak sinkron hahah

>>Link Hot <<

2 comments :

Silakan tinggalkan pesan anda, tidak perlu pesan panjang, cukup komen sederhana saja, oke salam kenal