Sunday, March 10, 2013

On my way

"ada waktunya kita memang harus berjalan di jalan yang berbeda dengan orang kebanyakan, bukan karena berbeda, cuma karena tuhan memilihkan jalan yang terbaik bagi kita, hanya kadang kita tidak menyadarinya" Benagustian

Semua orang pernah mengalami hal yang kadang ia keluhkan dalam hidupnya, tidak hanya orang lain saya juga. saya merasa begitu banyak hal dalam hidup saya yang sering dikeluhkan. namun taulah saya bahwa keluhan saya tidak selamanya buruk karena dengan mengeluh saya belajar satu hal yaitu ketidak berdayaan. bukan untuk membawa saya kedalam keluh kesah berkepanjangan tapi lebih kepada hal untuk mengambil hikma dalam setiap kesulitan yang saya alami.

Pernah juga saya mengeluh dengan kata-kata seoarang aktor yang jalan hidupnya tidak begitu mulus, ada hal yang sama dalam hidup saya yang sama apa yang dia katakan "mengapa saya harus menaiki tangga sementara orang lain naik dengan mudah naik lift?" kata-kata ini tepat sekali untuk mengambarkan saya. Namun sampai suatu titik saya menyadari bahwa inilah jalan yang dipilihkan tuhan untuk saya. Lewat tangga bukan berarti tak sampai ke atas bukan? lewat lift? cepat sih iya tapi resikonya listrik mati dan terhenti di tengah jalan. Naik tanggapun resikonya adalah lelah. Jadi kalau saya dibilang menikmati jalan sekarang mungkin tampaknya iya. Tidak ada jalan orang lain yang persis sama satu sama lain bukan??

Pernah juga orang-orang bilang jika kita mengeluh dalam satu titik dalam hidup sesungguhnya kita hanya perlu berpikir kembali tentang pencapaian. Kalau berhenti hari ini bagaimana kita tahu cerita besok?.dan ketika kita hampir menyerah pikirkan kembali mengapa selama ini kita bertahan, dan satu hal yang selalu saya percaya disaat rasa jenuh dan tak mampu terasa begitu melelahkan maka saya percaya jalanku tinggal setengah jalan lagi untuk sampai ketujuan.

Namun sebenaranya apa yang membuat kita mengeluh adalah karena kita terlalu banyak melihat ke atas daripada ke bawah. kalau saya banyak mengeluh itu karena orang-orang disekitar saya memang kebanyakan sedang berada satu tingkat di atas saya sehingga saya sangat jarang melihat ke bawah. Namun bukan berarti mereka menjadi alasan untuk mengeluh, boleh jadi mereka sekarang diatas saya saat ini namun nanti saya juga akan berada di tempat mereka atau bahkan lebih satu tingkat.

Kadang ada pula hidup terlalu rumit, merasa saya lah orang yang penuh dengan kesempitan dan saya tidak menafik bahwa rumitnya hidup karena banyak tuntutan, dan jarang bersyukur dengan apa yang ada. cukuplah kata La Tahzan untuk semua kesulitan dan keluh kesah yang sebenarnya tidak begitu perlu.

"La Tahzan, wahai hati yang merasa
kurang beruntung"

4 comments :

  1. Intinya la tahzan ya Mas, sehingga menghadapi hidup pun jadi enteng, salah satunya dengan selalu berpikiran positif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mas dan mengambil Hikma dalam setiap kesusahan..

      Delete
  2. terlalu banyak melihat keatas... ah iya, aku terkadang lebih sering melakukan ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan cuma mbak :) hampir semua orang mungkin juga :)

      Delete

Silakan tinggalkan pesan anda, tidak perlu pesan panjang, cukup komen sederhana saja, oke salam kenal