Saturday, November 10, 2012

Flash Fiction : "Woy......."


even death do us part
separate us in a distance but not in heart
but the spirit stay somewhere in my heart
give me a reason to never giving up

aku masih menantap kaca jendela yang dihiasi bulir embun hujan sore tadi, lagu ini masih aku denger sampai aku tak tau sudah aku ulang berapa kali, tak peduli siapa yang bakal terganggu tak peduli siapa yang akan melempar batu ke kaca ini nanti, ehm  ah benar benar saya menjadi orang yang pemikir jika mengenang lagu ini, bahwa hanya masa depan yang kekuatan akan membawa harpan terang menjadi nyata

"berisik woy" adikku mulai protes
"ngak suka telinga woy" aku ngejawab seadanya
"magrib woy" dia masih protes sibuk sendiri dengan sarungnya
"biarin woy, solat solat aje ndak perlu denger ini musik" jawab ku santai
"eh gila ya, mana bisa saya tutup kuping sambil solat" protes adikku makin jadi
"ya uda matiin sendiri sudah itu idupin lagi" aku masih sibuk dengan handphoneku
"jlepp" hening terdengar hanya suara takbir yang aku denger...

ah magrib ternyata, sementara lamunanku belum usaiii..

4 comments :

  1. Replies
    1. Hahaha jdi lucu sendiri kalo baca Flash Fiction ini, baru pertama ikutan deadline terus dua sesi wkwkwk

      Delete
    2. aku pernah sekali ikut :D

      tapi skrg jarang woyy

      Delete
    3. hahah aku juga baru kali itu ikut, seru woy kayaknya dikejar waktu.. :D

      Delete

Silakan tinggalkan pesan anda, tidak perlu pesan panjang, cukup komen sederhana saja, oke salam kenal