Friday, November 16, 2012

Cermin: Aku Bertahan Dalam Perubahanku


*Suara lagu* *Suara keyboard*

Sinar emas matahari sore itu mengintip dari balik tirai tua. Pukul empat sore  lewat dua menit. Itulah yang aku tau waktu itu waktu dimana kamu menyampaikan harapan mu pada tuhan dan diiringi ucap kaa mengisyaratkan bahwa kita berpisah. bukan karena alasan lain cuma hanya kamu ingin menjalani kata kaffah yang seiring kamu dengar di pengajian. Heii aku tau kamu punya mimpi besar begitu juga aku. Mimpi tentang keridhaan tuhan atasmu juga atasku. Kita hanyalah buah ciptaan dimana kita sama-sama dari darussalam. kamu mengajari aku tentang kelumrahan. Yang pada akhirnya kau beri sekat tak berampun. Aku paham karena kita adalah dua hal yang berbeda dan kamu tau aku belum selayaknya berada dbalik dinding bersamamu.

Malam ku tersentak jika teringat tentang mutiara makna mengalir dari bibirmu. Bukan ayat kitab suci namun aku menjadi yakin dan pasti bahwa memang kita mesti dipisahkan suasna. Dipisahkan keadaan dan dipisahkan pandangan. Pandangan yang pada akhirnya menjadi sama. Pandangan yang pada akhirnya melupakan masa-masa jahilyah tak bermakna.

Heii, tapi mengapa kamu berubah setelah mutiaramu telah kamu titip padaku? dan mengapa kamu memilih kembali sementara aku telah yakin memang kita harus dibedakan, kamu goya dengan pilihanmu? kamu tak kuat akan duniamu? apapun alasanmu jangan kembali. Jangan kembali. Karena kembalimu membuat aku menjadi ragu, ragu yang menular, ragu yang mulai bertanya lagi.

Hentikan perubahan sikapmu, jalanlah dalam barisan-barisan yang aku tak dapat berjalan bersamamu. Pintaku jangan engkau kembali. Kembali pada waktu yang hanya menyisakan jalan gelap yang sampai sekarang masih aku sesali. Tetaplah di jalanmu, jalan yang kau pilih dulu. Mengapakah engkau berubah??

Jrenggg.. Jrengggg.. Suara gitar mulai rusuh membahana ditelingaku, tak salah lagi suara gitar tua yang setiap hari pasti berbunyi.
"Ngapain juga muter lagu kek begituan?" Sang pemetik gitar masih nyeletuk seperti bener sendiri
"Udah diem aja maen gita maen gitar, kalau mau bawain ini lagu" aku berhenti menulis sambil memintanya
"Ya aku mau aja, tapi ngak lagu ini juga kali ya" Gitaris ini mulai bacot
"Eh mau lagu apapun kalau musisi itu pasti bisa" aku juga mulai nyolot
"Eh Bro kalau anak gaul kayak kita, masa bawain lagu yang biasa diputer shubuh" Gitaris mulai ngajak perang argumen
"Siapa bilang diputer Shubuh?. Ini aku puter tengah hari ye" Aku ngebalas bacotan dengan makin nyolot juga
"Uda, uda aku mau tidur siang dulu, itu tolong musik kasidahannya didiemin dulu haha" Gitaris nyebelin mulai ngalah kayaknya
"Ya kamu juga main bacot mulu dari tadi, hahah. ya udah tidur sana" Aku melanjutkan tulisanku kembali

Sang Gitaris mulai tidur sementara gitar dijadikan bantalnya. Tulisanku hampir selesai sementara lagu yang diprotes si Gitaris masih mendayu  sayu meski volume nyaris tak sekuat tadi..
Berubahkah aku hanya bila ada sesuatu
Terus aku pulang pada sikap sebelum kuberubah
Hanya sekedar sesuatu tak berapa lamapun itu
Jarang kuterendap dalam sikap dimana kuberubah
Reff :
Tuhan aku hanya manusia
Mudah berubah lagi dalam sekejap
Tuhan aku ingin berubah
Dan kubertahan dalam perubahanku-edCoustic's song
 
Download lagu Berubah edCoustic

2 comments :

  1. konfirmasi link agan sudah done sudah aku basang silahhkan di cek dahulu bila ada kesalahan segera konfrim

    Link agan aku kaish nama Benagustian karena di bloog mu tidak tersedia barnner. TQ

    di > http://setya-wa2n.blogspot.com/2012/09/link-link-teman.html

    anda juga bisa lihat di spoiler sidebar kanan blog saya

    bila ada salah segera konfirmasi . makaish sob

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke gan, saya percaya kok :)
      oh ya tak apa...
      ya sama-sama :)

      Delete

Silakan tinggalkan pesan anda, tidak perlu pesan panjang, cukup komen sederhana saja, oke salam kenal