Wednesday, November 7, 2012

Jarak 32 Km Seharga Rp14.000

Adakahnya yang mau bayar Rp14.000 untuk jarak tempuh 32 km dan jalanan sudah tahu macet, hayo ada?-4 November '12

Photo Doc LPM Sriwijaya
Ini cerita tentang keserakahan orang dan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, saya juga masih bingung masih ada orang yang mengambil keuntungan sendiri dengan cara-cara yang tidak etis, dan cenderung mau mementingkan dirinya sendiri. apakah tidak ada lagi sisi baik dalam dirinya? atau masihkah ada sifat ingin menolong orang yang kesusahan. Ah ini kan Indonesia bukan surga :)

ya ceritanya berawal tanggal 4 November kemarin, ketika pulang dari suatu acara di PSCC saya dan teman-teman saya berencana pulang ke kos yang jaraknya 32 km arah selatan kota Palembang-Indralaya-. Sore itu hujan mulai redah tapi masih bisa membasahi badan kalau berdiri lima menit saja di bawahnya. Hari bisa dikatakan sudah menjelang malam. Kami masih menunggu Bus untuk pulang ke Indralaya. dapat dibayangkan hari sudah menjelang malam badan terasa lengket, bau keringat, sedikit lembab karena rintik-rintik hujan dan ditambah lagi suasana halte yang bocor dan penuh sesak dengan orang-orang yang sama seperti kami untuk pulang ke tempat masing-masing. Sore menjelang malam itu memang tidak seperti biasanya penumpang menunggu bus, karena biasanya bus yang menunggu penumpang menuju km 32 tersebut. Saya yakin  bahwa jalanan macet sehingga bus tersendat di jalan. Ternyata dugaan saya benar jalanan menuju Indralaya memang macet. 

Doc Busmania.com
Proses menunggu bus ini tergolong lama, ditambah suasana hujan gerimis sehingga menunggu kali ini pun menjadi kurang nyaman, hari biasanya saja kurang nyaman apa lagi ditambah suasana pakai acara gerimis, akhirnya datang salah satu teman saya  yang juga ingin pulang ke tujuan yang sama. Dia mengusulkan untuk pulang naik travel saja, ini sebagai solusi karena bus yang kami tunggu tidak juga kunjung datang. Sementara penumpang yang menumpuk semakin banyak. Ada sekitar 100an orang dalam perkiraan saya.

Contoh Travel ilegel doc RiauToday.com
Oke, akhirnya kita berencana naik travel, tapi akhirnya ngak jadi karena harganya dipatok mahal menjadi 14.000 padahal hari biasanya 10.000. para calon penumpang yang kebanyakan mahasiswa banyak yang nyelutuk tanda kurang suka dengan sopir travel ini karena memanfaakan keadaan. Saya pun sempat nyeletuk "kalo biso nyampe 30 menit dak apo 14.000". saya juga sempat berpikir juga dengan si sopir travel ini dalam keadaan yang begitu dia seenaknya saja menaikkan tarif, tapi saya sadar mereka juga bukan tarvel yang resmi yang terdaftar di dishub tapi lebih cenderung travel yang illegal hehe. tapi kalau saja mereka sadar bahwa menolong itu yang lebih utama mereka tidak akan menaikkan tarif. Lagi pula sudah tau jalan macet bakalan telat juga sampai di tempat, emang mereka lewat Toll sehingga harga jadi 14.000? hoho

Saya juga sadar ini masalah hidup, semua orang memerlukan makan, dan mungkin juga si sopir menghidupi anak istrinya, tapi satu hal apakah etis mencari nafkah sementara orang bayar ongkosnya merasa terzolimi. Heyy bukankah yang memberi reeki itu Allah? ah saya terlalau idealis kalau bicara seperti ini tapi ya itulah kenyataannya.

dari kejadaian ini saya jadi berpikir, mental-mental seperti ini lah mungkin yang menjadikan negara ini jadi begini, diamana masih ada orang-orang yang memanfaakan situasi mencari keuntungan sendiri ah terlalu idealis bagi saya. semoga jika kita menjadi seorang punya pekerjaan melayani orang kita niatkan memolong bukan bekerja semata..
ternyata sesuatu yang sederhana begitu bermakna.

@Benagustian

2 comments :

  1. kos mana nih ?
    yang sabar yaaaa...semoga betah di palembang :D
    xixixi :)


    salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah kosan dimana lagi kalau bukan di Indralaya gan..
      kalo di Palembang bentah ngak betah ya.. bingung ngomonginnya.. hhh

      Delete

Silakan tinggalkan pesan anda, tidak perlu pesan panjang, cukup komen sederhana saja, oke salam kenal