Thursday, November 8, 2012

Review [Film Lawas]: "Rumah Besar " [Kabhi Khushi Kabhie Gham]

"Hal yang paling ku rindukan adalah berkumpul di rumah besar kita, di rumah yang kita dibesarkan dengan kasih sayang seorang raja yang ku panggil ayah dan seorang ratu yang aku panggil ibu" 
Dokumentasi mootee.typepad.com
Pernah nonton film India yang fenomenal dan terlaris dijamannya -Kabhi Khushi Kabhie Gham-? ah mungkin sebagian orang menganggap saya konyol nonton film ini, tapi saya menonotn film sama dengan mendengarkan musik. Kalau bagus ya saya denger, begitu juga dengan film kalau bagus juga saya tonton, persetan dengan tarian dan nyanyian Indianya, kenapa? karena bukan cuma saya sebagian orang juga setuju kalau nyanyian dan tarian India di film itu menjadi hal yang risih. Tapi itu salutnya India dia bisa menggali kebudayaan mereka dan masuk ke dalam film modern.

Jadi, kemana arah pembicaraan ini? oh kita akan bahas bagaimana kisah 'Rumah Besar' di film ini. Oh sebelumnya mungkin ada yang tidak tau sinopsis film ini seperti apa. Oke saya akan sekilas menceritak film ini dengan sudut pandang saya dan sekalian "Rumah Besar"-nya.

Dokumentasi Indosiar
Film ini menceritakan sebuah keluarga besar yang tinggal disebuah "Rumah Besar" kenapa saya beri tanda kutip? karena pertama bukan hanya karena film ini syuting di rumah yang berukuran besar tapi lebih ke Makna dan pesan film yang besar yang bertema tentang keluarga dalam sebuah rumah. kisah diawali dengan seorang anak yang diadopsi menjadi bagian dalam keluarga besar tersebut yang dalam hal ini diperankan oleh Sahrukh khan yang bernama Rahul. dan statusnya menjadi anak tiri sedangkan anak kandung keluarga tersebut bernama Rohan diperankan oleh Hritik Roshan. Mereka semua saling sayang menyayangi. Di suatu hari Rahul bertemu dengan Anjali Sharma (Kajol) Rahul sangat tertarik dengan Anjali, tetapi di saat ia bicara dengan ibunya. Ayahnya telah menjodohkan Rahul dengan Nisa (Rani Mukherjee). Hati ibunya menjadi serba salah. Suatu saat Rahul berterus terang dengan Ayahnya bahwa dia sangat mencintai Anjali, tetapi ayahnya tidak setuju karena Anjali tidak pantas untuk menjadi menantunya dikarenakan status dan derajat yang berbeda, dan tanpa habis pikir Rahul diam-diam telah menikahi Anjali. Ayahnya sangat marah padanya dan tanpa kata Ayahnya mengatakan bahwa Rahul menunjukkan dirinya bahwa dia bukan anak dari keluarganya, Rahul mengalirkan air matanya dengan terkejutnya dia mendengar perkataan itu, dan betapa sakitnya hati dan Ibunya mendengarnya. akhirnya si Rahul pergi ke Inggris bersama Anjali dan menetap disana. namun belakangan setelah si Rohit  tahu siapa sebenarnya Rahul, ia berusaha untuk menyatukan kembali bagian keluarga besar yang telah lama terpisah. yang pada akhirnya mereka bersama lagi dalam satu rumaah walau dengan keadaan yang tidak mudah..

Film ini memiliki pesan moral dan keluarga terutama artinya dari kasih seorang ibu yang mencintai tak pudar sampai kapanpun, selain itu kesetian seorang istri pada suaminya. hal ini diperankan oleh Kajol yang selalu mensuport Rahul, dan kecintaan seorang adik kepada kakaknya, "Rumah Besar" itulah istilah untuk film ini. betapapun kaya seorang betapapun berkecukupan seseorang tidak ada harganya dibandingkan dengan keluarga besar yang tinggal dalam satu rumah. berikut ini beberapa Quote dalam film ini 


"Mengapa seorang ayah tidak pernah bisa mengatakan anaknya ... betapa dia mencintainya? Dia tidak pernah mampu memeluknya dan berkata 'aku mencintaimu anakku'? Dan ibu? Dia terus mengulanginya, apakah anaknya mendengarkan atau tidak. Tapi itu tidak berarti seorang ayah kurang mengasihi anaknya Tidak ada yang bisa memahami besarnya cinta seorang ibu untuk anaknya ... Karena tidak ada ukuran kasih seorang ibu. Ini emosi yang hanya bisa dirasakan ..."-Prolog


"Apakah kamu tahu ibu selalu mengatakan bahwa ... suami adalah Tuhan. Tidak peduli apa yang dia katakan ... tidak peduli apa yang dia pikir ... dia selalu benar. Kamu membawa Rahul  ke rumah suatu hari dulu ... kan?. kita beri dia banyak cinta ... kan?. Ia menjadi bagian dari keluarga kita. Ia menjadi hidup saya ... kan? ... benar sekali! Lalu ... suatu hari ia meninggalkan rumah dan pergi. Salahnya kamu membiarkan dia pergi ... salahnya kamu mempisahkan  seorang ibu dengan anaknya ... salah. Keluarga kita hancur berkeping-keping ... salah. Lalu bagaimana seorang suami menjadi Tuhan? Tuhan tidak bisa melakukan apapun yang salah kan? Suami saya hanya seorang suami ... hanya seorang suami ... Bukan Tuhan. 
Bukan Tuhan."-Nadini

Rohit :"Apakah Kamu tahu Bhaiyya(panggilan Rohit untuk Rahul), Kamu sering berkata ketika aku masih kecil ibu itu mencintaimu lebih dari saya. Aku tidak pernah menyukainya kemudian. Aku mendapatkan marah jika protes. Tapi hari ini, saya ingin memberitahu Kamu, bahwa Kamu benar. Ibu mencintaimu lebih dari saya. Dia mencintai Kamu terlalu banyak. Dan dia akan selalu mencintaimu."


Hayo ada yang tertarik untuk menonton? atau kembali menonton, ah mungkin ada juga orang yang ngakak ngebaca postingan ini. heii heii ngak ada salahnya ngambil sisi postif dari sebuah film yang kalian anggap melow selow hohoho daripada nonton pocong beranak? pocong keramas? jual dada jual paha yang uda kayak KFC haha. Eh sebelum tulisan ini saya akhiri semoga "Rumah Besar" kita semua selalu terjaga aminn..

@Benagustian
Comments
0 Comments

No comments :

Post a Comment

Silakan tinggalkan pesan anda, tidak perlu pesan panjang, cukup komen sederhana saja, oke salam kenal