Monday, May 25, 2015

ALASAN MENGAPA TINGGAL DI JAMBI SEJAUH INI MENGESANKAN.

Selamat sore, selamat datang saya ucapkan untuk jiwa ngeblog yang telah menjadi zombie, datang kemudian mati. Lalu bangkit. Tak seberapa lama mati kembali, ah itulah kenyataan kadang hobimu akan terbentul hal-hal lain yang menjadi prioritas dimana hobi mu menjadi formalitas diatas kertas. Then saya rasa lebih dari cukup untuk pembukaan postingan kali ini. Paragraf singkat namun semoga mewakili domain ini yang kembali berisi mesti mungkin tak ada lagi nyawa didalamnya ya sebegitu saja paragraf pertamanya.


Sekarang paragraf kedua, sepertinya sudah tertatih ini. Kembali ke judul postingan. Ya saya akan mencoba mereview kembali alasan alasan kenapa tinggal dijambi sejauh ini menyenangkan. Ya ini adalah bulan kelima sejak januari awal tahun lalu saya menginjak kan kaki di negeri putri pinang masak yang dalam dongeng sang putri diceritakan cantik jelita, ehmm oot.


Oke point pertama kenapa tinggal dijambi itu menyenangkan adalah kotanya tidak sepadat kota-kota  lain yang pernah saya datangi. Tidak ada ada kata macet di jalanan di kota jambi. Tidak akan ditemui lampu merah yang berhitung lama, ya untuk point pertama mengapa disini menyenangkan adalah jalanan yang tidak membuat stress.


Second, ada 4 hal didunia ini yang menjengkelkan di jalanan pertama macet, jalan rusak, polisi tidur dan oknum polantas yang memakan uang haram. Di jambi jalanan macet hampir tidak akan kita temui, kedua jalanan rusak okelah tidak parah parah amatlah. Polisi tidur?? Ah didaerah lain juga banyak polisi tidur, tapi di jambi enaknya polisi lalu lintas jarang ditemui bahkan seorang sahabat saya pernah nyeletuk di jambi polantasnya ngak kerja, kenapa?? Karena memang jarang menemukan polisi mengatur lalu lintas pun ada itu cuma deket mall Wiltop Trade center di bantara sungai batang hari hehe. Sebenarnya point kedua ini adalah jika kamu termasuk tipe orang yang suka menyerobot lampu merah dan tidak pake helm jambi adalah surganya. Karena di jambi menyerobot lampu merah merupakan hal yang lumrah meski tidak semua, oke kita sebut saja oknum orang jambi, jadi di jambi menerobos lampu merah lumrah baik oknum anak muda, ibu ibu bawak anak, apa lagi bapak bapak. Termasuk saya hehe. Hal ini disebabkan  karena jalanan di jambi yang tidak terlalu ramai tadi. Seperti di perempatan dekat kantor saya, di perempatan yang disebut simpang pulai berdiri bagunan megah pos polisi lalu lintas disana hampir setiap lampu merah di setiap sisi pasti ada yang menerobos dan polisi yang di pos sana diam seribu bahasa, mungkin sudah di anggap mati oleh oknum pengendara. Tapi bagi saya pribadi kenapa jarang ada polisi yang patroli saya berhusnuzon  orang jambi secara umum adalah teratur tanpa diatur polisi pun mereka sudah teratur, pun kadang mereka membuat aturan sendiri lampu merah menjadi hijau yang hijau menjadi abu abu heheh


Third, hukum gossen I dalam ilmu ekonomi mengatakan jika pemuasan keperluan terhadap suatu jenis benda tertentu dilakukakn terus menerus, kenikmatannya akan terus-menerus berkurang sampai akhirnya mencapai suatu kejenuhan. Dengan demikian kenikmatan benda yang dikonsumsi terakhir merupakan kenikmatan marginal. Tapi hukum ini tidak berlaku untuk makan diwarung padang yang hampir disudut kota dapat ditemui. Ya kalau mau cari masakan padang tidaklah sulit di Jambi. Alasan ini mengapa tinggal di Jambi menyenangkan. Hukum gossen I tidak berlaku. Heheh tapi kalo tiap hari makan otak yang gempor juga maka berlakulah hukum itu haha.


Fourth, Kalau Philipina adalah salah satu negara Asia yang pengaruh baratnya terlalu kental terhadap warganya dan kebarat baratan yang kental maka Jambi merupakan salah satu kota yang "pengaruh" ke-jakarta-an terlalu kental terdengar ya walau tidak kental kental amat haha kenapa di Jambi menyenangkan yang ke empat adalah begitu banyak nama daerah di kota Jambi yang saya pikir obsesi ke-Jakarta-an begitu kental.

Pertama, tidak perlu ke Jakarta untuk ke Ancol, Jambi juga punya tempat nongkrong dengan nama ancol, kalah ancol di jakarta pinggir laut, ancol Jambi pinggir sungai batang hari, lebih gereget kan? Soalnya kalo di ancol jakarta kita makam siomay di ancol jambi kita makam jagung bakar dan es tebu.

Kedua, Jakarta punya Icon monas yang sekaligus landmark kota, Jambi juga punya kok monas, tempatnya di kota baru disana dapat ditemui adik monas Jakarta bediri kokoh disana disini tempat nongkrong anak anak jambi dengan cafe cafe yang full musik.


Ketiga, pallmerah, kebun jeruk, kebun kopi tidak cuma ada di Jakarta di Jambi juga daerah dengan nama tersebut


Fifth, Kalau yang hobi ngemall Jambi bukanlah tempat yang nyaman untuk ditinggali karena Jambi hanya punya 3 mall  dan itu menurutku minimalis, tapi bagi saya tentunya ini menyenagkan karena kita berhemat karena main ke mall di Jambi tidak begitu istimewah.


Oke sejauh ini, cukup segitu dulu point pointnya sebenarnya begitu banyak kenapa tinggal disini menyenangkan seperti megahnya komplek candi muara jambi peninggalan kerajaan melayu kuno dan kerajaan sriwijaya yang dilengkapi dengan kanal kanal kuno yang megah tapi segitu dulu aja yang dishare.


Wasslam.


6 comments :

  1. Kerasa banget ya kak bedanya sama Palembang. Finally, akhirnya ngeblog lagii :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya berasa banget bedanya.. alhamdulillah bisa ngeblog lagi, terimakasih telah mampir

      Delete
  2. Replies
    1. Iya kota mu menyenangkan :-) terimkasih desty atas kunjungannya

      Delete
  3. saya belum pernah ke jambi, jadi pengen nyobaik jalan-jalan ke jambi

    ReplyDelete
  4. Pengen lihat yang disebut Ancol-nya Jambi, hehe

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan pesan anda, tidak perlu pesan panjang, cukup komen sederhana saja, oke salam kenal