Sunday, November 25, 2012

Aku ingin : Cinta Sederhana


AKU INGIN

Oleh :Sapardi Djoko Damono
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Saya punya sekitar 40 menit lagi untuk curcol hohoh. Oke saya tidak banyak waktu karena dikejar deadline. Seperti puisi diatas, aku ingin menuliskan sesuatu dengan sederhana. Wah wah tema blog saya bener ini. Saya tidak akan bahas tentang cinta-cintaan. Karena saya tidak pandai menulis cinta-cintaan J. Tapi, puisi itu tentang cinta-cintaan L hadehhh (telen mouse pad). Oke ditambah well well dah saya akan bercerita sedikit atau malah lebih dari sedikit K. Ah semua orang tau kan kalau puisi itu maknanya cinta tak sampai hoho. Dan ini seperti mengorek luka lama dan penggalaman sendiri hadehh (tak terhindarkan curhat K)

Ngebahas puisi di atas sepertinya enak dimusikalisasikan, dengan suara rintik-rintik hujan ditambah petir yang jedar-jeder dengan kilatan-kilatan cahaya seperti di film suzana K Biar terlihat romantis J atau biar lebih dapat maknanya dibaca dikuburan cina =,= kan dapat maknanya kalau sang gebetan mati tanpa sempat menyatakan cinta (ini apa ya K).

Ya puisi ini bercerita tentang keinginan yang sederhana seorang terhadap serorang yang ia cintai (sudah tau K ngokk). Ah sudah saya bilang saya kurang pandai menceritakan tentang cinta-cintaan ini seperti hujan tak kunjung turun, dan aku masih tak tau mau bercerita apa, seperti malam tanpa bintang =,= (tambah nganar K)

Eh before dan after, semua orang pasti punya kondisi seperti puisi ini?. Punya. Pasti punya kondisi mencintai dalam diam dan ditahan hingga bak api memenjadikan kayu menjadi abu (asyekkk J). Yang mana kata ustad saya lebih baik menahannya dari pada merusak fitra cinta itu sendiri =,=.  Hayo siapa yang sudah menjadi abu? Dan siapa yang sudah menjadi tiada oleh karena datangnya hujan J.

Cinta yang tertahan, itulah inti dari puisi ini. ehmm tertahan atau ditahan saya rasa tak ada ubahnya seperti mehanan untuk kentut, ditahan ngak nyaman dikeluarkan rameee K. Tadi juga saya jadi melow melow abis nonton film Indonesia tentangg cinta tertahan yang sepanjang film yang saya ingat Cuma satu “cinta itu seperti kopi panas, enak diminum selagi panas tapi resikonya sedikit-sedikit, atau diminum setelah dingin tapi resikonya cepat habis” “cinta buat kita jadi serba salah ya” (asyekkk K)

Tapi saran saya kalau kondisi seperti apapun lebih baik kayak puisi ini, mencintai dengan sederhana, tidak lebay, tidak over act, dll. Bagaimana ndak sederhana coba kalau mencintai dalam hati (cidaha K) sangat sederhana malah. Tapi bukankah yang sederhana itu harganya wah J kayaknya RM sederhana. Wew tapi memang kita disarankan sederhana dalam menjaga fitra persaan bukan?.

So, di 10 menit akhir deadline. Jagalah cinta sederhana kita hingga sampai pada fitra yang luar biasa jadi tak seperti kayu yang menjadi abu, atau seperti awan hilang karena hujan. Asyek K  Salam cinta sederhana J

@Benagustian
November Ngeblog
Comments
0 Comments

No comments :

Post a Comment

Silakan tinggalkan pesan anda, tidak perlu pesan panjang, cukup komen sederhana saja, oke salam kenal